Rabu, 11 Desember 2013

CAPER

Manusia tak pernah luput dari yang namanya salah. Ya, seperti manusia juga tidak pernah luput dari rasa caper. Caper sudah menjadi suatu gaya hidup di era sekarang. Caper adalah suatu kebutuhan untuk beberapa orang. Media untuk caper pun sangat beragam. Dari mulai caper secara lisan, seperti caper kepada ibu bapak guru, atau ibu bapa dosen, atau atasan di tempat kerja. Pasti kita selama hidup pernah mengalami yang namanya caper, yah minimal sekali dalam seumur hidup lah.
Caper itu menyenangkan, dengan caper kepada dosen nilai kita bisa bagus (mudah-mudahan), selain itu mahasiswa yang gemar caper di kelas akan dikenal sebagai seorang mahasiswa yang aktif dan kritis dalam menghadapi segala realita kehidupan. Menjadi lebih populer di kalangan para dosen-dosen maupun teman-teman. Lalu hal apa saja yang dibutuhkan ketika ingin caper?

1.       KEMAUAN
Yang pertama pastilah harus memiliki kemauan. Karna untuk melakukan hal apa pun harus MAU terlebih dahulu, sehingga tidak adanya faktor keterpaksaan dan kita pun akan melakukannya dengan sepenuh hati.

2.       PERCAYA DIRI
 Lalu yang kedua Rasa Percaya Diri. Mungkin ini cukup jelas. Untuk caper dibutuhkan rasa percaya diri, mungkin bukan Cuma dalam urusan caper, dalam hal apa pun yang menuntut kehidupan bermasyarakat dibutuhkan rasa percaya diri yang tinggi. Agar terjadinya kelancaran dan kesuksesan dalam berkehidupan bermasyarakat. Untuk caper tentu harus memiliki muka yang tebal, yang tidak tahu malu serta agar tetap berdiri tegak walau pun tidak ada yang menanggapi ketika caper.

3.       MULAI LAH CAPER!
Berhenti berpikir panjang dan segeralah caper. Karna tanpa melakukan action percuma saja teori-teori tentang caper dipelajari. Yakinlah kalo anda bisa!

Di era internet semakin mudah seperti ini, orang-orang mulai mencari alternative caper yang lebih efisien serta lebih hemat waktu yang bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun mereka mau. Seperti caper di social media. Mulai dari friendster, facebook, twitter mau pun path. Cara dan kelakuannya pun sangat inovatif dan beragam. Ada pepatah kuno mengatakan “caperlah dengan cara yang indah, jangan dengan cara yang rendah”. Ah, sungguh pepatah yang menggugah hati dan sanubari.
Mereka yang hobi caper mulai beralih haluan ke media social satu persatu, dan tak ayal mereka cenderung menguasai media social. Timeline twitter atau Facebook akan dipenuhi oleh si hobi caper tersebut. Mungkin apabila terlalu dibiarkan, mereka perlahan akan menguasai dunia. Ini bisa menjadi suatu awal kehancuran dunia. Karna pada hakekatnya media social = media caper. Media social adalah surganya bagi mereka yang hobi caper.
Seperti halnya hidup, terkadang dalam hal caper pun kita akan menemui beberapa kendala-kendala dan masalah. Apa saja kah itu? Ya seperti paket internet yang sebentar lagi habis, sinyal yang tidak memadai dan jaringan sedang lemot-lemotnya. Hal-hal itu lah musuh utama bagi mereka yang terbiasa caper di media social. Yah namanya juga idup, tak seperti semudah yang sudah dibayangkan mau pun direncanakan. Terkadang ada saja hal yang mengganggu niat mulia tersebut.
Tapi semua itu kembali lagi pada masing-masing individu. Ada yang giat atau mudah putus asa, ada yang pantang menyerah dan selalu berpikir positif akan kehidupan yang fana ini. Tapi sesungguhnya caper juga ada dampak positif dan negatifnya. Seperti :

Dampak Negatif
Apabila caper dilakukan terlau sering  akan membuat orang disekitar  merasa muak dan ingin muntah. Atau yang lebih parah asbak bisa melayang ke wajah orang yang hobi caper tersebut.
Dampak Positif
Caper yang positif adalah caper yang memberi banyak manfaat untuk orang-orang sekitar, dengan sering memberi masukan atau celetukan yang membangun. Terkadang orang-orang seperti ini sedikit menganggu. Yah tapi mau gimana lagi, mereka susah untuk dihentikan.
Jadi pada intinya, caper tidak melulu negative, caper juga bisa memberi banyak manfaat. Baik itu untuk pelaku atau pun korbannya.

Sekian tulisan yang 'apaan sih!' ini ditulis, tanpa bermaksud menyinggung atau pun menyiyir pihak mana pun. Apabila ada yang tersinggung mungkin memang anda lah orang yang hobi caper tersebut. Eh K

Wabillahitopik wal hidayah. Wassalamualaikum warrahmatullahiwabarokattuh. *turun mimbar*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar