Manusia tak pernah luput dari yang
namanya salah. Ya, seperti manusia juga tidak pernah luput dari rasa caper. Caper
sudah menjadi suatu gaya hidup di era sekarang. Caper adalah suatu kebutuhan
untuk beberapa orang. Media untuk caper pun sangat beragam. Dari mulai caper
secara lisan, seperti caper kepada ibu bapak guru, atau ibu bapa dosen, atau
atasan di tempat kerja. Pasti kita selama hidup pernah mengalami yang namanya
caper, yah minimal sekali dalam seumur hidup lah.
Caper itu menyenangkan, dengan
caper kepada dosen nilai kita bisa bagus (mudah-mudahan), selain itu mahasiswa
yang gemar caper di kelas akan dikenal sebagai seorang mahasiswa yang aktif dan
kritis dalam menghadapi segala realita kehidupan. Menjadi lebih populer di
kalangan para dosen-dosen maupun teman-teman. Lalu hal apa saja yang dibutuhkan
ketika ingin caper?
1.
KEMAUAN
Yang pertama pastilah harus memiliki kemauan. Karna untuk melakukan hal
apa pun harus MAU terlebih dahulu, sehingga tidak adanya faktor keterpaksaan
dan kita pun akan melakukannya dengan sepenuh hati.
2.
PERCAYA DIRI
Lalu yang kedua Rasa Percaya Diri.
Mungkin ini cukup jelas. Untuk caper dibutuhkan rasa percaya diri, mungkin
bukan Cuma dalam urusan caper, dalam hal apa pun yang menuntut kehidupan
bermasyarakat dibutuhkan rasa percaya diri yang tinggi. Agar terjadinya
kelancaran dan kesuksesan dalam berkehidupan bermasyarakat. Untuk caper tentu
harus memiliki muka yang tebal, yang tidak tahu malu serta agar tetap berdiri
tegak walau pun tidak ada yang menanggapi ketika caper.
3.
MULAI LAH CAPER!
Berhenti
berpikir panjang dan segeralah caper. Karna tanpa melakukan action percuma saja
teori-teori tentang caper dipelajari. Yakinlah kalo anda bisa!
Di era internet semakin mudah
seperti ini, orang-orang mulai mencari alternative caper yang lebih efisien
serta lebih hemat waktu yang bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun mereka
mau. Seperti caper di social media. Mulai dari friendster, facebook, twitter
mau pun path. Cara dan kelakuannya pun sangat inovatif dan beragam. Ada pepatah
kuno mengatakan “caperlah dengan cara yang indah, jangan dengan cara yang
rendah”. Ah, sungguh pepatah yang menggugah hati dan sanubari.
Mereka yang hobi caper mulai
beralih haluan ke media social satu persatu, dan tak ayal mereka cenderung
menguasai media social. Timeline twitter atau Facebook akan dipenuhi oleh si
hobi caper tersebut. Mungkin apabila terlalu dibiarkan, mereka perlahan akan
menguasai dunia. Ini bisa menjadi suatu awal kehancuran dunia. Karna pada
hakekatnya media social = media caper. Media social adalah surganya bagi mereka
yang hobi caper.
Seperti halnya hidup, terkadang
dalam hal caper pun kita akan menemui beberapa kendala-kendala dan masalah. Apa
saja kah itu? Ya seperti paket internet yang sebentar lagi habis, sinyal yang
tidak memadai dan jaringan sedang lemot-lemotnya. Hal-hal itu lah musuh utama
bagi mereka yang terbiasa caper di media social. Yah namanya juga idup, tak
seperti semudah yang sudah dibayangkan mau pun direncanakan. Terkadang ada saja
hal yang mengganggu niat mulia tersebut.
Tapi semua itu kembali lagi pada
masing-masing individu. Ada yang giat atau mudah putus asa, ada yang pantang
menyerah dan selalu berpikir positif akan kehidupan yang fana ini. Tapi
sesungguhnya caper juga ada dampak positif dan negatifnya. Seperti :
Dampak Negatif
Apabila caper dilakukan terlau sering akan membuat orang disekitar merasa muak dan ingin muntah. Atau yang lebih
parah asbak bisa melayang ke wajah orang yang hobi caper tersebut.
Dampak Positif
Caper yang positif adalah caper yang memberi banyak manfaat
untuk orang-orang sekitar, dengan sering memberi masukan atau celetukan yang
membangun. Terkadang orang-orang seperti ini sedikit menganggu. Yah tapi mau
gimana lagi, mereka susah untuk dihentikan.
Jadi pada intinya, caper tidak melulu negative, caper juga
bisa memberi banyak manfaat. Baik itu untuk pelaku atau pun korbannya.
Sekian tulisan yang 'apaan sih!' ini ditulis, tanpa
bermaksud menyinggung atau pun menyiyir pihak mana pun. Apabila ada yang
tersinggung mungkin memang anda lah orang yang hobi caper tersebut. Eh K
Wabillahitopik wal hidayah. Wassalamualaikum
warrahmatullahiwabarokattuh. *turun mimbar*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar