Pada kesempatan kali ini, saya ingin
ngomongin sedikit tentang cinta-cintaan. Cinta itu apa sih? Cinta itu sangat
subyektif sekali sifatnya. Tanya pada beberapa orang, maka akan berbeda pula
jawaban yang didapat. Untuk orang yang punya kenangan indah dengan cinta, maka
ia akan mendefinisikan 'cinta adalah kebahagiaan, keindahan, tidak bisa
diungkapkan, bla bla bla..'. Namun akan didapat pendapat yang berbeda ketika
menanyakan arti cinta kepada seseorang yang sedang mengalami gejala traumatis
dengan cinta, seperti seseorang yang baru saja diputusin sama pacarnya.
Maka definisi yang diutarakan oleh orang tersebut bisa jadi seperti 'cinta adalah penderitaan, omong kosong, tipu daya setan dan bla bla bla lainnya...'. Tiap individu mempunyai kebebasan mengarang imajinasi indahnya tentang cinta. Yah, semuanya kembali lagi ke pribadi masing-masing.
Maka definisi yang diutarakan oleh orang tersebut bisa jadi seperti 'cinta adalah penderitaan, omong kosong, tipu daya setan dan bla bla bla lainnya...'. Tiap individu mempunyai kebebasan mengarang imajinasi indahnya tentang cinta. Yah, semuanya kembali lagi ke pribadi masing-masing.
Lalu berbicara cinta menurut
sudut pandang sains, Cinta adalah reaksi kimia dan aktifitas otak sedemikian
rupa yang melepaskan hormon-hormon pembawa rasa bahagia, sedih maupun senang.
Kemudian otak akan meneruskan hormon tersebut ke seluruh anggota tubuh, salah
satunya pada jantung. Mungkin itu salah satu penyebab mengapa ketika kita
sedang jatuh cinta, jantung kita akan berdebar-debar lebih kencang dari
biasanya. Kira-kira seperti itu. Namun sesungguhnya cinta dapat membuat
seseorang bodoh, lupa diri, hilang akal dan menyebabkan gangguan kejiwaan.
Mengapa bisa seperti itu? Seharusnya cinta (katanya) sesuatu yang murni dan
suci, layak dihormati itu menjadi terkesan membodohkan pemilik cinta itu
sendiri? Karna cinta tak pernah salah, orangnya aja yang salah.
Cinta sangat erat
kaitannya dengan hati. Akan tetapi, di manakah letak hati sesungguhnya itu
berada? Kalau berdasarkan definisi menurut bahasa, hati adalah liver. Yang
mempunyai fungsi menyaring racun (kata guru biologi dulu). Lalu, kenapa bisa
cinta berdekatan dengan racun, apakah sesungguhnya cinta adalah racun? Kalau
begitu cinta tidak terkesan indah lagi. Justru lebih terkesan menyeramkan.
Tapi
kalo dipikir lagi, cinta itu sama seperti racun. Racun yang dapat mengakibatkan
amnesia, insomnia, atau anemia. Ketika sedang terpengaruh racun itu (sebut saja
cinta), maka dapat berakibat susah tidur, karna terus memikirkan pujaan hati di
luar sana siang dan malam, racun ini dapat membuat hidup jadi tak tenang.
Selalu kepikiran "dia lagi apa ya? Lagi sama siapa ya? Udah boker belum ya
hari ini?" Dan lain-lain. Kemudian racun yang menyebabkan amnesia, ketika
sedang terpengaruh cinta dengan kadar tinggi yang sangat kuat, maka akan
menyebabkan lupa segala-galanya, lupa makan, lupa sama temen-temen, lupa sama
orang tua dan bahkan lupa beribadah, astagfirullah. Ada juga yang sampe lupa
bernafas. Dapat dikatakan di sini, cinta sama pengaruhnya seperti narkoba
maupun zat-zat adiktif berbahaya lainnya.
Memang ngomongin cinta itu tidak akan
ada habisnya. Bisa menjadi topik yang panjang. Maka dari itu, saya ingin
mempersembahkan sebuah lirik lagu dari ipang yang cukup dalam dan menggugah
sanubari. Selamat menyaksikan. #eh
Ipang - Tentang Cinta
Sekilas tentang dirimu
Yang lama ku nanti
Memikat hatiku
Jumpamu pertama kali
Janji yang pernah terucap
Tuk satukan hati kita
Namun tak pernah terjadi
Mungkinkah masih ada waktu
Yang tersisa untukku
Mungkinkah masih ada cinta di hatimu
Andaikan saja aku tahu
Kau tak hadirkan cintamu
Inginku melepasmu dengan pelukan
Sesal yang datang selalu
Takkan membuatmu kembali
Maafkan aku yang tak pernah tahu
Hingga semuanya pun kini tlah berlalu
Maafkan aku
Maafkan aku
Mungkinkah masih ada waktu
Yang tersisa untukku
Mungkinkah masih ada cinta di hatimu
Andaikan saja aku tahu
Kau tak hadirkan cintamu
Inginku melepasmu dengan pelukan
Inginku melepasmu dengan pelukan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar