Menjadi diri sendiri kalo ga punya niat untuk
menjadi pribadi yang lebih baik lagi itu omong kosong. Yang males buat berubah menjadi lebih baik,
dan lebih memilih sembunyi di balik kata “be your self”.
Emang sih dengan menjadi diri sendiri kita
diajarin buat lebih bersyukur dengan apa yang dikasih tuhan, tapi apakah
bersyukur aja sudah cukup?
Kalo kita punya sifat yang lemah, apa kita
bakal menjadi diri sendiri dan menjadi lemah selamanya? Hidupkan emang harus
selalu berubah, tentunya menjadi lebih baik lagi.
Kita hanya perlu merubah istilah “be your
self” dengan kata mencintai diri sendiri, mencintai diri sendiri bukan berarti
egois. Tapi lebih pada memberikan semua yang terbaik pada diri sendiri,
contohnya saja kalo kita jatuh cinta sama seseorang mungkin kita akan
memberikan segalanya sama orang tersebut, memberikan yang terbaik.
Kata “be your self” seharusnya hanya dipakai
oleh orang yang memiliki kelebihan tersendiri yang istimewa, punya bakat
spesial dari lahir , karna cenderung seseorang melihat orang itu dari
keistimewaannya. Dan keistimewaan itu bisa kita buat dengan cara berubah
menjadi lebih baik saat ini juga.
“Sudah saatnya keluar dari belenggu
kemunafikan dan lebih jujur pada diri sendiri serta realita yang ada”.
Kita harus lebih menjadi pribadi yang lebih
baik lagi, kalo ngeliat mantan bahagia jangan munafik untuk mengatakan kalo
kita sakit hati, harusnya bisa kita jadikan acuan kalo kita pun bisa lebih
bahagia daripada mantan.
Kita berpikir jadi orang jangan munafik, tapi
terkadang kita sendiri juga munafik.
Tapi menurut saya berpura pura itu beda dari
munafik, contohnya berpura pura bahagia, kalo kita terlalu lama berpura pura,
mungkin kepura puraan itu akan mendarah daging pada diri kita, dan menjadi
kepribadian kita yang baru. Jadi, berpura-pura itu engga salah dong. Sekeras-kerasnya
sebuah batu, lama kelamaan akan terkikis kalo setiap hari ditetesi oleh air hujan.
Mungkin itu salah satu pribahasa yang bisa
kita pakai untuk terbiasa dalam kepura-puraan.
Berubah menjadi pribadi yang lebih baik bisa
dimulai dengan memperbaiki diri, dengan cara merenung, berpikir lebih dalam
pada diri sendiri, dan mulai melakukan action.
Dan lihat perkembangannya beberapa minggu.
Konsisten juga diperlukan buat berubah, menjadi apa yang kita mau. Jangan
terburu buru, kesabaran yang tinggi juga sangat diperlukan untuk melakukan hal
ini.
Ada beberapa fakor seseorang berhenti buat
berubah menjadi lebih baik. Rasa malas,
tidak sabaran, yang hanya menginginkan segala sesuatunya secara instan. Kalo
kita selalu sadar pada faktor penghambatnya, mungkin kita akan cepat bertindak
menyingkirkan penghambat itu. Beberapa manusia malas untuk sadar, dan beberapa
manusia lagi selalu menggebu gebu untuk mencari kesadaran.
“Kalo kita sendiri tidak cinta pada diri kita
sendiri, bagaimana orang lain mau cinta sama kita?”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar