Hidup adalah perjuangan, belajar seumur hidup, gagal, bangkit lagi, gagal, evaluasi, bangkit lagi. Tidak ada kesuksesan yang abadi, setiap orang sukses yang baik, akan berusaha selalu mempertahankan kekayaan dan kesuksesannya. Orang kaya bisa jatuh miskin, orang miskin pun bisa menjadi kaya. Ketika masih muda, alangkah baiknya tenaga, pikiran dan waktu kita digunakan untuk bekerja. Supaya kalo kita tua nanti, bisa hidup enak, tidak menjadi beban orang lain.
Siklus yang terjadi biasanya seperti ini,
ketika masih muda menghabiskan waktu untuk bekerja, kemudian berlanjut pada fase dewasa, biasanya seseorang akan menikah, lalu punya anak, dan bekerja tidak lagi untuk diri sendiri, ada orang lain yang harus dibiayai, ada keluarga dan juga anak. Di sini kita akan bekerja untuk anak. Agar anak kita bisa hidup dengan layak, mendapatkan makanan yang sehat, pendidikan yang bagus, dll Lalu dilanjutkan ke masa kita tua sudah menjadi kakek-kakek atau nenek-nenek, biasanya umur 60 an ke atas. Di sini kita mau ga mau harus pensiun. Soalnya dilihat dari fisik, dll sudah sulit untuk bekerja.Nah di hari tua ini semua hal yang pernah kita lakukan di masa muda akan menampakan hasilnya. Kalo saat masih muda menjalani hidup engga sehat, suka ngerokok, mabuk-mabukan, narkoba, judi, jarang olah raga, dll. Maka biasanya di hari tuanya akan hidup sakit-sakitan, ngerepotin anak, cucu,sodara, tetangga. Berbeda kalo masa mudanya menjalani hidup sehat, suka olah raga, makan-makanan bergizi, dijamin sudah tuanya pasti enak, engga tersiksa karena sakit, engga nyusahin anak, engga ngerepotin cucu, tetangga, sanak sodara, sepupu, pemerintah, PBB dan lain-lain. Pada akhirnya,ketika kita tua nanti kita akan menuai apa yang kita tanam.
Itu kalo dilihat dari faktor kesehatan, mari kita liat dari sudut pandang perilaku dan hubungan sosial sesama manusia. Seperti hubungan dengan anak, apakah kita sudah mendidik anak dengan baik, memperlakukan anak dengan baik? Sebab, jika kita memperlakukan anak dengan baik sewaktu muda, diberi pendidikan yang bagus, makanan yang sehat, maka niscaya anak kita pun akan mampu merawat kita dengan baik, diri kita yang sudah tua dan renta.
Berbeda dengan orang tua yang terlalu keras kepada anak, memberi ajaran dan pendidikan yang engga baik kepada anak, niscaya si anak pun akan kurang ajar kepada kita yang sudah tua nanti.
Perjuangan setiap hari itu artinya mengevaluasi diri kita setiap hari, seperti meditasi sebelum tidur, pelajaran hidup apa yang sudah dilewati hari ini. Terus evaluasi setiap hari, karena engga ada sukses yang benar-benar 100%, ciptakan rasa lapar akan kesuksesan, ciptakan rasa engga pernah puas akan sesuatu, dengan ambisi itu, kita akan berusaha menjadi lebih baik lagi dari hari ke hari. Membuat kita lebih hidup.
Karena yang kita anggap benar, belum tentu benar di mata orang lain, ada aja orang yang engga suka mah, kita engga bisa membuat senang semua orang, so.. Cuek aja. Yang penting engga melanggar norma dan hukum yang berlaku.
Karena sesungguhnya tidak ada zona nyaman yang bener-bener nyaman, kenyamanan itu hanya sesaat.
Jangan
selalu beralasan di balik kata bersyukur, bersyukur dan bersikap pasrah itu dua
hal yang berbeda. Bersyukur artinya ada sedikit usaha untuk mencapai sesuatu.
Berbeda dengan pasrah. Pasrah itu sifat seorang pemalas. Bersyukur milik
seorang yang rajin. Karena perasaan puas akan sesuatu itu berbahaya. Sangat
sangat berbahaya. Rasa puas membuat seseorang mentok di situ-situ aja. Potensi
jadi terbatas.
Hidup adalah perjuangan tiada henti sampai kita mati. Karena sesungguhnya kematian bukanlah akhir.
Setelah membahas fase seseorang saat ia hidup. Kali ini fase seseorang saat ia mati. Saat kita mati nanti, kita pengen dikenang seperti apa. Pengen diingat sebagai apa. Karena kenangan itu yang membuat kita tetap hidup. Di saat engga ada seseorang yang inget nama kita atau menyebut nama kita. Di situ lah kematian sesungguhnya. Mati yang artiinya hilang dari ingatan seseorang. Disitulah keberadaan kita di dunia akan benar-benar dihapuskan.
Jadi pada intinya, hidup yang abadi adalah di mana nama kita akan selalu dikenang selama puluhan tahun, ratusan tahun, selama alam semesta dan umat manusia masih ada.
Itulah pengertian hidup abadi menurut gue. Selamat Tahun Baru 2022. Semoga di tahun yang baru ini kita bisa menjadi lebih hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar